About Us
Inclusive - Differentiation - Beneficial
Jembatan Berlian Himals4
Merawat DNA Almamater 75 tahun lalu (est.1951), membentang cahaya 75 tahun ke depan 💎Arya Sandhiyudha, Ph.D
Ketua Umum HIMALS4
Sejarah, Elemen, dan DNA Almamater4
Kita menjadi keluarga se-"almamater" yang dalam bahasa Latin "alma-mater" bermakna “ibu yang membentuk karakter kehidupan". Atas ikatan sejarah sama-sama dilahirkan dari SMA 4 Jakarta. Sebuah sekolah yang lahir persis setelah Indonesia merdeka secara de jure 1949, yang langsung disambut sejarah perjuangan membangun pendidikan di Indonesia.
Dalam prosesnya, saat itu, tuntutan pelajar didesakkan kepada parlemen, yang akhirnya menerbitkan UU No. 4 Tahun 1950 yang menjadi dasar sistem pendidikan nasional.
Kemudian, lahirlah SMA 4 (21 Maret 1951) sebagai deret sekolah pertama yang berdiri pasca UU 4/1950. Negara menyediakan lokasi sekolah di Gang Batu, sebuah gedung rehabilitasi tawanan pasca-perang yang dialihfungsikan menjadi tempat belajar untuk membentuk generasi awal terpelajar republik.
Atas peran dan jasa 4 elemen utama: pelajar dan guru, masyarakat, kelas menengah pribumi, dan pimpinan negara, kita terwariskan 5 DNA yang hingga kini musti kita rawat: ketahanan daya juang, mobilitas sosial peran pasca sekolah, kebangsaan, kebersamaan kaum terpelajar dengan masyarakat, dan ikut serta dalam transformasi bangsa.
Angkatan Berlian, Disatukan Cita-cita Masa Depan
Hari ini 2026 dengan jumlah angkatan alumni telah berjumlah puluhan dekade, saatnya kita menyatu sebagai "angkatan berlian". Angkatan yang ditandai bukan sekedar oleh didasari "masa lalu" soal tahun kapan kita lulus, tapi disatukan dengan tanggung jawab "masa depan": kontribusi apa yang dapat kita berikan untuk almamater: alumni, sekolah, dan masyarakat tercinta. Agar sekali lagi, dapat menciptakan sejarah baru yang membekas dan dapat dikenang pada 75 tahun mendatang.
Dalam mindset yang demikian, kita bukan lagi mengerahkan sumberdaya untuk sekedar reuni untuk berpesta untuk bernostalgia mengenang masa lalu. Lebih dari itu, segala akses dan sumberdaya kita tumpahkan untuk menguatkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) memulai sejarah baru almamater, misalnya seperti "Diamond Cup 4 Youth" yang menjadi Turnamen Mini Soccer pertama di Indonesia untuk segmen antar Alumni SMA.
HIMALS4 juga musti ambil bagian membangun "wajah baru" sekolah. Memahami tantangan demografi ekonomi-sosial-intelektual SMA 4 lalu memberi solusi dengan memastikan pelajar terbaik SMA 4 mendapatkan kesempatan terbaik yang sama untuk merintis jalan terbaik pasca-sekolah, dengan menyiapkan beasiswa Bimbel Ganesha Operation (GO) untuk 75 siswa, agar mendapatkan kesempatan masuk PTN terbaik.
Selain itu, HIMALS4 musti menyiasati keterbatasan ruang sekolah, dengan memaksimalkan peluang membangun fasilitas sekolah, misalnya dengan perluasan Aula/the Function Hall 4 Activities, Reunion, Yearning, and Achievement sebagai upaya menunjang sarana pra sarana prestatif akademik dan non-akademik, sebagai salah satu ikhtiar yang menggenapi upaya-upaya lain yang telah dimulai sebelumnya, seperti Pojok Baca Perpustakaan.
HIMALS4 sebagai wadah almamater juga musti mengambil peran yang berkarakter empatik terhadap situasi sebagian masyarakat dan negara yang masih prihatin, seperti orientasi pada agenda kemanusiaan dengan memprioritaskan penggalangan dan optimalisasi akses untuk ikut memberikan perhatian kepada anak yatim, piatu, dhuafa, dhuafa, dan penyandang disabilitas, juga masyarakat terdampak bencana di momen, isu, dan krisis tertentu. Seperti yang kita lakukan melalui "Cinderahati 1951". Santunan ke 1000 anak ini adalah pesan simbolik, bahwa kita tidak menganut "mazhab" reuni sekedar pamer capaian individu, tapi reuni untuk mengingatkan alumni bahwa pada setiap tahap keberhasilan dan kenyamanan selalu ada hak sosial kemanusiaan yang musti ditunaikan. Begitupun donor darah, dan bantuan kemanusiaan ke daerah bencana.
Peran sedemikian, tidak akan menghilangkan karakter kegiatan HIMALS4 yang "fun dan guyub". Justru, ianya akan melengkapi kematangan organisasi profesional dan membuat almamater terlatih untuk membangun eksistensi dengan orientasi kebermanfaatan.
Reuni dengan Nilai Tambah dan "Bernyawa"
HIMALS4 sudah pasti akan tetap berselancar dengan tantangan tren, pop culture, dan digitalisasi. Bedanya, ketika kita telah mengenali karakter, maka orientasi akan menjaga menjaga Reuni kita punya nilai tambah dan "bernyawa".
Kini, website HIMALS4 pertama sepanjang sejarah kita luncurkan, bukan sekedar untuk layanan informasi, tapi menjadi ruang temu digital, marketplace dagangan alumni dan fasilitasi promosi jual beli dengan masyarakat.
Menjawab lifestyle masyarakat kota pun kita upayakan, melalui "Diamond Fun Run 4 Charity".
Sebagaimana juga ragam keunggulan sejarah sebagai almamater pelopor Jambore, kita tetap menghidupkan Reuni alam bebas dengan 7ambore 5olid Camp.
Atau, reuni sambil Nonton Film berkualitas, yang telah 6 kali kita lakukan. Menghibur, free, dan menjadi bentuk soliditas almamater dalam mendukung film karya anak bangsa.
Inilah "Jembatan Berlian" itu, dimana HIMALS4 terus solid menata nilai dan orientasi, peduli sesama, merawat hubungannya dengan rakyat alit, dan menjaga akses terhadap sumber daya untuk terus memberikan "makna" dan "manfaat" bagi alumni, sekolah, dan masyarakat tercinta. Agar hari ini tidak selesai dengan mengenang 75 tahun perjalanan, tapi akan dikenang hingga 75 tahun ke depan.
Our Team
Gue Himals, Gue Berlian
Arya Sandhiyudha, Ph.D
Ketua Umum
Doktor Arya merupakan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia Periode 2022-2026. Pada saat dilantik 20 Mei 2022, Arya berusia 38 tahun dan menjadikannya Komisioner termuda sepanjang sejarah Komisi Informasi Pusat RI berdiri. Sebelumnya, Arya merupakan Komisioner, Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta. Kehadirannya di KI Pusat RI kini, merupakan puncak perjalanan panjang interaksi dengan tema Keterbukaan Informasi Publik sejak menjadi Tenaga Ahli Komisi I DPR RI bidang Komunikasi, Informasi, Intelijen, Pertahanan, dan Luar Negeri selama 2 periode lebih. Diantara pengalamannya, pernah menjadi Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta di masa Pandemi. Dalam pendidikan formal, pada usia 32 tahun, Arya menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang meraih gelar Doktor bidang Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Istanbul University, Türkiye. Arya juga kerap dikenal sebagai analis dan Pengamat Politik Internasional. Selama menjadi mahasiswa di Turki, Arya menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki pada periode tahun 2014-2015. Sebelum mengambil Doktor, Arya meraih Master bidang Strategic Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. Serta menerima Certificate in Terrorism Studies (CTS) dari International Center for Political Violence and Terrorism Research (ICPVTR), Singapura. Sebelumnya, Arya Sarjana Sosial lulusan FISIP UI. Dalam pendidikan informal, Arya menerima plaque of recognition sebagai kandidat The Most Outstanding Alumni dari Konrad Adenauer Stiftung for Young Politician (KASYP). KAS adalah Lembaga politik terbesar di Uni Eropa, sayap Christian Democratic Union (CDU), Jerman. Arya juga penerima sertifikat pelatihan Clingendael Institute of International Relations, Belanda. Di lingkungan almamater, Arya dipercaya memimpin Ketua Umum IKAL MAPABA (Ikatan Alumni Remaja Pecinta Alam Batu Tiga) periode "Mapaba Emas" (est. 1974), kemudian Ketua Umum HIMALS4 (Himpunan Alumni SMA 4 Jakarta) periode Berlian (est. 1951).